Six Sigma vs. Total Quality
Management
Assaalmu'alaikum wr.wb.
Salam Sejahtera dalam postingan kali ini saya akan kembali normal menjadi
seorang mahasiswa yang "rajin, baik
hati, dan suka menabung" *Masih
menjadi Mitos. Saya akan membahas mengenai Six Sigma dan Total Quality Management.
(Dalam rangka mengerjakan tugas matkul Pengantar Teknologi Informasi hehe...)
Pengertian
Pengertian Total Quality Management
Total Quality Management terdiri dari tiga kata, yaitu Total
yang berarti jumlah atau
keseluruhan, Quality yang berarti kualitas dari suatu
barang atau jasa, dan Management yang berarti tindakan atau cara pengendalian.
Jika didefinisikan dari ketiga kata tersebut maka definisi Total Quality
Management (TQM) adalah sistem manajemen yang terfokus pada kepuasan pelanggan
yang dilakukan dengan kegiatan perubahan secara terus menerus.
Sedangkan
menurut Drs. M. N. Nasution, M.s.c., A.P.U, Total Quality Management merupakan
suatu pendekatan yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui
perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses, dan
lingkungan.
Pengertian Six Sigma
Six
Sigma
merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk menggantikan Total Quality
Management. Six Sigma sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dan pada
peningkatan kepuasan pelanggan. rinsip kerja dari SIx Sigma adalah dengan
mendalami sistem produksi perusahaan secara menyeluruh,
Six Sigma bertujuan untuk
menghilangkan cacat atau kekurangan-kekurangan dari produksi, mempersingkat
waktu produksi, dan meminimalkan biaya produksi.
Perbedaan
Perbedaan Six Sigma dibandingkan dengan Total Quality Management dijelaskan
secara singkat, sebagaimana di bawah ini
(Pande, Neuman, Cavanagh 2000, dalam Jurnal Six Sigma Vs.
Total Quality Management – Presence In World And Serbian Economy, 2011) :
·
TQM – Kurangnya Integrasi :
dalam Total Quality Management, kualitas tidak cukup berhubungan dengan
strategi dan kinerja. Sebuah tim yang bertanggung jawab untuk perbaikan
kualitas bersifat otonom dan terpisah, baik dari manajer serta dari eksekutif.
·
Six Sigma – Integrasi yang tinggi :
pada Six Sigma, proses perbaikan dan pengukuran dipandang sebagai tanggung
jawab sehari-hari semua karyawan, dan semua manajer operasional dan eksekutif
pada proses bisnis. Konsep ini memungkinkan bahwa kualitas dan biaya, serta
hubungan antar individu, menjadi bagian tak terpisahkan dari pekerjaan
masing-masing karyawan.
·
TQM – Kepemimpinan yang apatis :
pemimpin berkualitas adalah manajer yang berkomitmen untuk peningkatan
kualitas, advokasi untuk peningkatan kualitas, dan mengambil langkah-langkah
untuk meningkatkan kualitas bisnis ke tingkat berikutnya yang lebih tinggi.
Namun, jika dukungan dari manajemen perusahaan menghilang, maka setiap karyawan
menyatakan sikap yang skeptisisme untuk ide-ide atasan (pimpinan), suatu
gagasan tetap hanya berupa ide-ide, dengan tidak ada kemungkinan untuk
implementasi di perusahaan tersebut.
·
Six Sigma - Kepemimpinan sebagai
pendahulunya : ide-ide dari para pemimpin hanya mendahului atau mengenalkan
proses peningkatan kualitas, karena Six Sigma menyiratkan bahwa manajer harus
memahami perlunya perubahan, dan perlunya kualitas perbaikan bagi kelangsungan
bisnis yang sukses. Hanya dengan dukungan dari manajer, ide-ide dari para
pemimpin dan karyawan dapat menjadi kenyataan.
·
TQM - Stabilisasi kualitas :
tujuan Total Quality Management terutama untuk menstabilkan tingkat
kualitas, bukan memperbaikinya.
·
Six Sigma - Peningkatan kualitas : Six
Sigma mencakup perbaikan terus-menerus dari perusahaan, dengan fokus pada
pelanggan, manajemen proses dan perbaikan proses.
·
TQM - Tujuan yang tidak jelas :
tujuan yang ingin dicapai melalui Total Quality Management adalah "Mencapai
atau melampaui kebutuhan pelanggan" namun sebagaimana diketahui bahwa
keinginan pelanggan dapat berubah dan memenuhi kebutuhan pelanggan hari ini,
tidak menjamin kepuasan mereka di masa depan.
·
Six Sigma - Tujuan yang ambisius : Six
Sigma mempunyai tujuan yang ambisius dan menantang, yang dinyatakan berupa
"Menyediakan cacat nol". Tujuan ini sangat jelas, karena
output yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai cacat atau tingkat kebenaran
yang harus sekitar 99,99966%.
·
TQM - Sikap yang kuat atau fanatisme
teknis : Sebuah tim dalam Total Quality Manajemen menciptakan
"kebijakan mutu" dan memperhatikan bahwa proses bisnis diwujudkan
sesuai dengan kebijakan ini. Kebijakan mutu ini didefinisikan tanpa melakukan
konsultasi dengan para pelaksana teknis, tetapi mereka dipaksa untuk mematuhi
kebijakan tersebut. Oleh karena itu, pelaksana teknis sering terasing dari
kebijakan mutu yang ditetapkan.
·
Six Sigma - Tingkat kekakuan tergantung
pada keadaan : Six Sigma melibatkan keahlian karyawan untuk melakukan
kegiatan tertentu, khususnya dalam hal adaptasi mereka terhadap perubahan
kondisi, dan tidak hanya dalam hal penerapan pedoman teknis, program atau
kebijakan; karyawan juga diberikan kewenangan untuk melakukan pekerjaan dengan
cara yang mereka pikir adalah cara yang terbaik, tetapi hal yang selalu harus
mereka ingat adalah fakta bahwa hasil kerja mereka mencerminkan hasil dari
perusahaan secara keseluruhan.
·
TQM hanya menekankan pada segi teoritis,
yaitu dengan memberikan petunjuk filosofis tentang menjaga dan meningkatkan
kualitas, tetapi sukar untuk membuktikan keberhasilan pencapaian peningkatan
kualitas.
·
Six Sigma lebih menekankan pada penerapan
praktis di lapangan dan membuktikan bagaimana peningkatan kualitas produk
dengan mengurangi jumlah produk yang cacat.
·
TQM berfokus pada peningkatan operasional
individual dalam suatu proses bisnis yang tidak saling berkaitan satu sama
lain, sedangkan program
·
Six Sigma berfokus pada peningkatan semua
operasional dalam proses bisnis yang dianggap tunggal.
Jadi
TQM berfokus pada pengembangan yang bersifat individual sedangkan Six Sigma
berfokus pada pengembangan yang bersifat menyeluruh pada semua bagian dari
sistem tersebut.
Demikian postingan
mengenai Total Quality Management dan Six Sigma, semoga informasi ini
bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata, saya mohon maaf apabila terdapat kekurangan
dalam penyampaian informasi ini dan saya mengharapkan kritik dan saran dari
berbagai pihak sebagai acuan dalam perbaikan kedepannya. *mode serius
Sekian dan terima
kasih.
Sumber :
Marija Anđelković
Pešić, Vinko Lepojević, and Vladimir Zlatić.
Jurnal Six Sigma Vs. Total Quality Management – Presence In World And Serbian
Economy, 2011, Halaman 222 –
223.